Memasuki tahun 2026, tren wewangian menunjukkan arah yang semakin personal,dan relevan dengan gaya hidup modern. Di Indonesia, tren ini juga dipengaruhi oleh iklim tropis, kebiasaan sosial, serta meningkatnya minat terhadap parfum sebagai bagian dari identitas diri, bukan sekadar pelengkap penampilan.
Table of Contents
Gourmand dengan Karakter Lebih Dewasa
Aroma gourmand tetap hadir di 2026, namun tampil dengan pendekatan yang lebih kompleks. Kesan manis tidak lagi berdiri sendiri, melainkan berpadu dengan nuansa pahit, creamy, dan woody. Karakter gourmand terasa lebih dewasa dan tidak berlebihan.
Tren ini relevan karena konsumen mulai mencari aroma manis yang terasa hangat dan nyaman, tetapi tetap ringan untuk digunakan di cuaca tropis. Gourmand dengan sentuhan kacang, susu, atau alkohol ringan memberi kesan elegan tanpa terasa terlalu berat.
Aroma Buah yang Lebih Natural
Buah-buahan tidak lagi sekadar aroma pembuka, tetapi hadir dengan karakter yang lebih dalam dan bertahan lebih lama. Nuansa buah matang seperti plum, passion fruit, dan cherry terasa lebih bold dan bertekstur.
Aroma fruity dengan karakter juicy dan sedikit creamy cocok digunakan sehari-hari. Karakter ini memberi kesan segar, ceria, dan mudah diterima lintas usia, termasuk konsumen Gen Z dan young adult.
Sentuhan Aroma Kopi dan Teh
Tren parfum 2026 juga dipengaruhi oleh budaya minuman yang semakin kuat. Aroma kopi, matcha, teh hitam, dan chamomile mulai banyak digunakan sebagai elemen utama maupun pendukung.
Aroma ini terasa dekat dengan keseharian. Kehadiran aroma ini dalam parfum menciptakan kesan hangat, tenang, dan personal, cocok untuk penggunaan harian maupun suasana santai.
Aroma yang Lebih Lembut
Setelah dominasi parfum dengan karakter sangat kuat, tren 2026 akan bergeser ke aroma yang lebih soft dan intimate. Wewangian tetap memiliki struktur yang jelas, namun terasa lebih dekat ke kulit dan tidak terlalu menyebar.
Pendekatan ini sesuai dengan preferensi konsumen Indonesia yang mengutamakan kenyamanan saat beraktivitas di ruang publik. Aroma yang lembut tetap terasa elegan tanpa mengganggu lingkungan sekitar.
Woody Akan Dimana-mana
Tak hanya di pafum aroma woody menjadi salah satu elemen yang semakin dominan di 2026. Kayu seperti sandalwood, cedar, vetiver, dan patchouli digunakan dengan komposisi yang lebih halus dan modern.
Aroma woody dipandang sebagai simbol kedewasaan dan kepercayaan diri. Karakter ini cocok untuk pria maupun wanita, serta mudah dipadukan dengan aroma floral, gourmand, atau fruity agar tetap terasa ringan di iklim tropis.
Kesimpulan
Tren parfum 2026 menunjukkan bahwa konsumen semakin selektif. Aroma dipilih berdasarkan kenyamanan, karakter personal, dan kesesuaian dengan aktivitas harian. Di Indonesia, faktor cuaca, mobilitas tinggi, dan preferensi aroma yang tidak terlalu menyengat menjadi pertimbangan utama.
Parfum dengan daya tahan baik, proyeksi seimbang, dan komposisi yang adaptif terhadap iklim tropis akan lebih relevan dan diminati.
